Mengenal Pajak Penghasilan Usahawan Dan Cara Hitung Pajak Pebisnis

Advertisements

Pajak penghasilan atau PPh ialah salah satu sumber pendapatan negara. Pajak penghasilan ini dibebankan pada pribadi, perusahaan atau tubuh hukum atas penghasilan yang diperolehnya.

Salah satu bentuk pajak penghasilan yakni pajak penghasilan pebisnis atau PPh usahawan. Simak klarifikasi di bawah ini terkait PPh pebisnis, beserta cara hitung pajak usahawan tersebut.

Apa Itu Pajak Penghasilan Pengusaha?

Pajak penghasilan usahawan atau PPh pengusaha yaitu salah satu bentuk pajak penghasilan yang dibebankan pada seorang eksklusif atas penghasilan yang diperoleh dari acara usahanya. Sekiranya pribadi tersebut juga merangkap sebagai karyawan yang digaji secara rutin, maka ada 2 jenis pajak penghasilan yang dibayarkannya, adalah PPh 21 dan PPh usahawan ini.

Advertisements

Besaran PPh usahawan ini sendiri dijumlah berdasarkan besaran penghasilan yang diperoleh dari setiap sumber penghasilan sebagai seorang pengusaha. Secara umum, sumber penghasilan usahawan ini dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu penghasilan dari gaji, penghasilan dari laba usaha, dan penghasilan dari kegiatan yang lain.

1. Penghasilan Pengusaha dari Gaji

Perlu dikenang bahwa gaji yang dimaksud di sini bukanlah honor seorang pemilik usaha, yang diterimanya secara berkala per bulan ketika dia bekerja di kawasan lain. Umumnya, pebisnis yang memperoleh honor dari perjuangan yang dijalankannya ini, menduduki jabatan tertentu di badan bisnisnya itu, contohnya seperti direktur atau komisaris.

Sumber penghasilan satu ini biasanya diperoleh oleh pebisnis atau pemilik badan perjuangan mirip PT atau Perseroan Terbatas. Beda lagi jika tubuh bisnisnya berupa CV, di mana pemilik usaha tersebut tidak bisa menjadi karyawan atau pun menduduki jabatan tertentu di dalam perusahaannya. Secara otomatis, tak akan ada honor yang diterima dari tubuh bisnisnya.

Advertisements

2. Penghasilan Pengusaha dari Laba Usaha

Sumber penghasilan utama seorang usahawan pasti berupa keuntungan perjuangan yang dijalankannya. Jika badan usaha yang dijalankannya berbentukPT, maka penghasilan perjuangan yang diperolehnya berupa dividen. Beda lagi dengan penghasilan yang diperoleh dari tubuh usaha mirip CV, di mana keuntungan usahanya berupa prive.

3. Penghasilan Pengusaha dari Kegiatan Lainnya

Penghasilan juga bisa diperoleh pengusaha dari bermacam-macam jenis kegiatan lain yang dilakukannya. Kegiatan yang lain ini seperti pekerjaan sampingan, di mana pengusaha memperoleh bayaran atas pekerjaannya tersebut. Penghasilan dari acara yang lain ini cuma mencakup penghasilan dari pekerjaan bebas dan sifatnya tidak tetap, sehingga penerimaan gaji atau honor pun tak rutin.

Bagaimana Cara Hitung Pajak Pengusaha dengan Praktis?

Seorang langsung yang mempunyai perjuangan, wajib untuk membayarkan atau menyetorkan sendiri pajak atas penghasilan yang diperolehnya. Oleh alasannya itu, tak salah kiranya jikalau langsung yang memperoleh penghasilan dari usaha yang dijalankannya ini, cermat dalam mengkalkulasikan besaran PPh usahawan yang harus dibayarkannya.

Advertisements

Jika eksklusif tersebut mendapatkan honor dari perjuangan yang dijalankannya, maka penghitungan pajak mampu dilaksanakan berdasarkan hukum biasa PPh yang berlaku untuk karyawan. Besaran PPh dari gaji ini diperoleh dari pengurangan penghasilan kotor atau bruto atas hasil perkalian PTKP dengan tarif pajak.

PPh atas Gaji Pemilik Usaha = Jumlah Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak

Bagi pemilik usaha yang menemukan penghasilan yang lain, besaran PPh diperoleh dengan mengurangkan penghasilan kotor atau bruto atas hasil perkalian PTKP dengan tarif pajak. Kemudian, besaran penghasilan neto atau penghasilan higienis, bisa diperoleh dengan mengalikan penghasilan bruto dengan Persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN).

Advertisements

PPh atas Pendapatan Lainnya = Jumlah Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak

Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto x Persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN)

Besaran PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak yang digunakan dalam perkiraan PPh pebisnis di atas adalah sejumlah Rp54.000.000 per tahun atau Rp4.500.000 per bulan. Besaran ini sudah sejalan dengan hukum yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016 yang membicarakan ihwal Penyesuaian PTKP.

Advertisements

Itulah tadi penjelasan singkat tentang pajak penghasilan usahawan atau PPh pengusaha, berikut dengan cara hitung pajak pebisnis tersebut. Jadilah warga negara yang taat pajak, dengan membayar PPh pengusaha, sesuai dengan banyaknya penghasilan yang diperoleh dari usaha yang dilaksanakan. Jangan hingga nanti harus bayar denda, karena bolos bayar PPh pebisnis ini.